DAFTAR ISI

Jumat, 01 Oktober 2010

Laporan Praktek Kerja Lapangan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang Masalah
Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses). Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan “worm”.
Kebanyakan pengguna komputer selama ini baik di perkantoran atau di instansi-instansi pemerintah maupun swasta yang kebanyakan bias menjalankan saja, karena itu jarang sekali yang bisa mengatasi yang namanya virus, maka penulis dapat mengambil kesimpulan untuk menyusun laporan dengan judul, “Mengatasi Virus-virus Komputer”.

Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria berikut :
1.      Kemampuan untuk mendapatkan informasi
2.      Kemampuan untuk memeriksa suatu file
3.      Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri
4.      Kemampuan melakukan manipulasi
5.      Kemampuan untuk menyembunyikan diri.




Apa yang bisa ia lakukan, atau dengan kata lain apa bahayanya bagi komputer kita.
1.      Kemampuan untuk mendapatkan informasi. Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory. Untuk apa? Agar dia dapat memperoleh daftar file yang bisa dia tulari. Misalnya, virus makro yang akan menginfeksi semua file data MS Word, akan mencari daftar file berekstensi *.doc. Disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/data semua file, lalu memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta saat file yang tertular/terinfeksi virus atau file program virus itu sendiri dibuka oleh user. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya (biasanya) di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang. Tetapi data-data ini akan tercipta kembali setiap kali virus itu diaktifkan. Biasanya data-data ini disimpan juga sebagai hidden file oleh virus tersebut.
2.      Kemampuan memeriksa suatu program. Suatu virus juga harus bisa memeriksa suatu file yang akan ditulari, misalnya dia bertugas menulari program berekstensi *.doc, maka dia harus memeriksa apakah file dokumen tersebut telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah, akan percuma menularinya lagi. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program. Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki/memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut. Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik di setiap file yang telah terinfeksi.
3.      Kemampuan untuk menggandakan diri. Kalo ini memang virus “bang-get”, maksudnya, tanpa kemampuan ini tak adalah virus. Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari file lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya penularan dengan cara menuliskan byte pengenal pada file tersebut, dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file sasaran. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/menggandakan dirinya adalah :
a)    File yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file berisi program virus itu sendiri menggunakan nama file yang asli.
b)   Program virus yang sudah dieksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file yang ada.
4.      Kemampuan mengadakan manipulasi.
Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file. Isi dari suatu rutin ini     dapat beragam mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang melakukan perusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi file atau pun mempopulerkan pembuatnya ! Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. Misal :
a)    Membuat gambar atau pesan pada monitor
b)   Mengganti/mengubah-ubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di PC
c)    Memanipulasi file yang ditulari
d)   Merusak file
e)    Mengacaukan kerja printer, dsb
5.      Kemampuan Menyembunyikan diri.
Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.

Langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:
-          Program virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai
-          Program virus diletakkan pada Boot Record atau track pada disk yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri
-          Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak terlalu berubah ukurannya
-          Virus tidak mengubah keterangan/informasi waktu suatu file
-          dll

1.2.       Tujuan praktek kerja lapangan (PKL)
Dalam melaksanakan tugas Praktek Kerja Lapangan penulis membahas sedikit tentang tujuan PKL dalam pembahasan lebih terarah kepada seluk-beluk tentang virus komputer, maka tujuan yang akan penulis bahaskan dalam laporan ini antara lain :
1.      Untuk mencari pengalaman yang terjadi dilapangan supaya penulis bisa mengambil manfaat yang ada di lapangan.
2.      Untuk mengetahui bagaimana terinfeksinya sebuah virus komputer yang terjadi di lapangan.

1.3.       Kondisi di Lapangan Tempat KPL
Pada Graha Internet Banda Aceh memiliki 11 komputer dan 1 komputer untuk Server. Pada umumnya semua komputer klien dan server di lengkapi dengan antivirus namun tetap saja virus-virus itu bisa masuk. Dengan berbagai antivirus digunakan seperti McAfee dan lainnya. Karena kondisi lapangan berhubungan langsung dengan internet maka virus-virus tersebut cepat masuknya. Seringkali komputer-komputernya harus di Install ulang karena terserang virus-virus dari internet. Kebanyakan virus internet menyebar dari situs porno maupun warez (mp3 ilegal, software bajakan dsb). Jika tidak mau terkena virus semestinya jangan kesana. Ini cara terbaik dalam mencegah virus komputer. Tapi sudah kecanduan dengan situs semacam itu. Maka daripada itu jika ada peringatan dari browser anda, lebih baik acuhkan saja situs tersebut. Atau saat berkunjung ke website itu muncul kotak dialog yang isinya meminta untuk menginstall sesuatu..sudah acuhkan saja.
Berhati-hatilah biasanya situs semacam itu menggunakan permainan kata-kata seperti sedang memberikan hadiah kepada anda. Kenyataanya itu adalah sebuah virus internet yang dapat mengganggu keamanan komputer. Apapun file yang anda download walaupun itu berasal dari website yang terpercaya Itu Harus tetap diSCAN pakai anti virus.  Contohnya setelah anda mendownload ebook gratis, Atau saat mendapatkan script gratis..apa benar script itu benar-benar aman. Mencegah itu selalu lebih baik daripada mengobati. Salah satu penyebaran virus internet adalah melalui email. Apalagi jika mendapat email yang berisi file seperti EXE, VBS, BAT. Ditambah itu dikirim oleh orang asing…bisa-bisa virus internet itu mematikan computer lalu reboot dan muncul pesan “Selamat Harddisk anda kapasitasnya bertambah ”
  
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

1.             Virus Komputer
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

2.1.1. Jenis-jenis Virus Komputer dan cara kerjanya
Virus komputer sendiri adalah sebuah istilah umum untuk menggambarkan segala jenis serangan terhadap komputer. Namun, bila dikategorikan dari cara kerjanya, virus komputer dapat dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut:
·         Worm- Menduplikatkan dirinya sendiri pada Harddisk. Ini membuat sumber daya komputer (Harddisk) menjadi penuh akan worm itu.
·         Trojan - Mengambil data pada komputer yang telah terinfeksi dan mengirimkannya pada pembuat trojan itu sendiri.
·         Hacking - merupakan serangan langsung dari hacker terhadap komputer pengguna yang mengakses laman internet tertentu, dengan atau tanpa program bantuan yang telah disisipkan di komputer pengguna.
·         Backdoor - Hampir sama dengan trojan. Namun, Backdoor bisanya menyerupai file yang baik-baik saja. Misalnya game.
·         Spayware - Virus yang memantau komputer yang terinfeksi.
·         Rogue - merupakan program yang meniru program antivirus dan menampilkan aktivitas layaknya antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut. Juga rogue dapat membuka celah keamanan dalam komputer guna mendatangkan virus lain.
·         Rootkit - Virus yang bekerja menyerupai kerja sistem komputer yang biasa saja. Biasanya, virus ini sulit dideteksi oleh antivirus.
·         Polymorphic Virus - Virus yang gemar beubah-ubah agar tidak dapat terdeteksi.
·         Metamorphic virus - Virus yang mengubah pengkodeannya sendiri agar lebih sulit dideteksi.
·         Virus telepon Seluler - merupakan virus yang khusus berjalan di telepon seluler, dan dapat menimbulkan berbagai macam efek, mulai dari merusak telepon seluler, mencuri data-data di dalam telepon seluler, sampai membuat panggilan-panggilan diam-diam dan menghabiskan pulsa pengguna telepon seluler.

2.1.2. Siklus hidup virus Komputer secara umum
Siklus hidup virus secara umum melalui 4 tahap, yaitu :
1.      Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur ). Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal: tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini. Mengapa, karena ada juga virus yang begitu masuk langsung memulai serangan. Tahap ini paling banyak ditemui pada virus-virus tahun 90-an yang belum begitu modern.
2.      Propagation phase ( Fase Penyebaran ). Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “kloning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya). Pada virus tertentu, penyebaran dilakukan dengan semakin banyaknya file/folder yang dibuka. Artinya ada kalanya virus memperbanyak diri dengan sendirinya atau melalui eksekusi file/folder yang dilakukan oleh pengguna tanpa sadar.
3.      Trigerring phase ( Fase Aktif ). Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.
4.      Execution phase ( Fase Eksekusi ). Pada fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb. Biasanya kaum awam komputer baru menyadari adanya virus ketika virus sudah masuk pada fase ini walaupun sebenarnya sudah terlambat.

2.1.3. Cara Mengatasi Virus Komputer
Langkah-langkah Pencegahan Virus
Mencegah Lebih Baik Daripada Mengubati. Amalan ini haruslah menjadi keutamaan pengguna komputer. Antara langkah-langkah awal ialah ;
1.      Jangan menggunakan disket atau sebarang storan yang tidak diketahui puncanya.
Disket yang tidak diketahui tersebut mungkin telah tercemar dengan virus. Amalan write-protect disket hendaklah dilakukan selalu bagi mempastikan virus tidak dapat menulis dirinya kedalam disket tersebut.
2.      Jangan sesekali menggunakan perisian cetak rompak (pirated copy)
Perisian cetak rompak lazimnya ialah perangkap penulis virus. Perisian sebenar yang telah dimodifikasi dengan memasukkan virus ini lazimnya dijual dengan harga yang amat murah.
3.      Jangan membuka emel yang mempunyai attachment
Teknologi internet telah dipergunakan sepenuhnya oleh penulis virus. Virus kini mampu disebarkan melalui pembacaan emel yang telah tercemar. Kebanyakan emel ini akan mengandungi fail attachment. Kadang-kala ia tetap mengandungi virus walaupun dihantar oleh orang yang anda kenali.
Pastikan anda menelefon kenalan anda, bagi mempastikan adakah beliau benar-benar telah menghantar emel yang mengandungi fail attachment kepada anda.


Antara virus yang menggunakan teknologi ini ialah ;
Anna Kournikova, Sircam, Code Red, Nimda dan ILoveYou.
4.      Gunakan Perisian Anti-Virus.
Perisian anti-virus ialah perisian utiliti untuk mengesan dan memusnahkan virus. Terdapat perisian ini yang boleh didapati secara percuma di Internet antaranya ;
a.         AVG Anti-virus
b.         Free Anti-Virus
c.         Innoculate IT (terdapat untuk OS windows95 keatas dan juga Palm OS)

Manakala anti-virus yang dijual dipasaran ialah ;
a.       Mc Afee Anti-Virus
b.      Norton Anti-Virus
c.       Pc-Cillin
d.      Armour Anti Virus
e.       VBuster
f.       Virus Rx (untuk komputer Apple)

Kebanyakan perisian anti-virus ini boleh di upgrade bagi mempastikan ia mengandungi pangkalan data anti-virus terkini. Ia juga kadangkala menawarkan bantuan segera kepada pengguna berdaftar.
VBuster umpamanya adalah perisian anti-virus yang amat terkenal malah ia digunakan oleh NASA. Ia dicipta oleh Dr. Looi Hong Thong yang berasal dari Pulau Pinang, Malaysia.

Mengenali tanda-tanda komputer anda diserang virus
Lazimnya virus komputer hanya boleh dikesan oleh anti-virus, namun begitu jika komputer anda mengalami sintom-sintom berikut, adalah besar kemungkinan komputer anda telah diserang virus.


Disket
1.      Terdapat bad sector pada disket
2.      Fail di dalam disket tiba-tiba sahaja tidak boleh digunakan.
3.      Terdapat mesej di dalam directory disket anda.
4.      Volume label telah berubah
5.      Jumlah saiz fail berubah sedangkan anda tidak menggunakan fail tersebut.
HardDisk
1.      Harddisk mengambil masa yang lama untuk boot.
2.      Terdapat fail yang tiba-tiba sahaja tidak boleh digunakan
3.      Terdapat bad sector
4.      Terdapat directory atau fail baru yang dicipta tanpa pengetahuan anda.
5.      Jumlah saiz fail berubah.
Komputer
1.      Terdapat mesej yang dipaparkan pada skrin
2.      Speaker memainkan muzik yang anda tidak tahu puncanya
3.      Terdapat perkara pelik seperti fail tidak boleh di save , huruf pada skrin jatuh, terdapat bola pingpong melantun pada skrin, pencetak mencetak mesej yang tidak diketahui dan sebagainya.
4.      Pertambahan macro pada fail-fail word, excel dan sebagainya tanpa pengetahuan anda.



BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.      Virus komputer adalah bagian dari software komputer, hanya saja berbeda fungsinya yaitu mengganggu bahkan merusak sistim komputer.
2.      Tidak semua virus komputer memiliki dampat yang fatal, cukup banyak virus yang hanya bersifat jinak, tetapi walau bagaimanapun juga harus dihilangkan.
3.      Ketakutan yang berlebihan dengan virus komputer disebabkan oleh kebutaan akan virus komputer itu sendiri, ketakutan itu dapat dihilangkan dengan mengenal virus komputer.
4.      Dengan semakin mengenal sistem kerja suatu komputer, terutama system operasi serta mengetahui virus, maka dengan sendirinya pengetahuan kita untuk mempertahankan komputer dari serangan virus semakin baik sekaligus mendapatkan konsep untuk menangani virus komputer.
5.      Mencegah komputer tertular virus jauh lebih baik dari pada terkena virus baru kemudian kita memperbaikinya, sebab lebih menyulitkan dan juga tidak terjamin apakah akan berhasil sepenuhnya.

3.2. Saran
Gunakanlah antivirus pada komputer anda dan selalu meng-Update versi terbarunya. Untuk mencegah adanya virus-virus baru sehingga komputer anda tidak mudah terinfeksi virus.



DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar